• BAGAIMANA MENYUSUN STRUKTUR DAN SKALA UPAH YANG KOMPETITIF?

    struktur-skala-upah-job-analysis-job-descriptipn-job-evaluation-job-specification-job-grade-sugeng-barkah

    struktur-skala-upah-job-analysis-job-descriptipn-job-evaluation-job-specification-job-grade-sugeng-barkah

    Dear rekan-rekan HR/HC,

    Kita sebagai penggiat dan/atau pemangku jabatan Human Resources/Human Capital yang sekaligus sebagai salah satu kepanjangan tangan Top Manajement/pengusaha, salah satu tupoksi adalah mengelola Compensation and Benefit (Total Remuneration) yang kompetitif dan sustainable di era saat ini.

    Dengan adanya kewajiban pengusaha untuk menyusun struktur dan skala upah dengan memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi serta harus selesai paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal 23 Oktober 2015 (diundangkan/keberlakuan Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan), serta adanya sanksi administratif yang dikenakan kepada Pengusaha yang tidak menyusun struktur dan skala upah berupa teguran tertulis; PEMBATASAN kegiatan usaha; PENGHENTIAN SEMENTARA sebagian atau seluruh alat produksi; dan PEMBEKUAN kegiatan usaha, sudah sepatutnya menjadi concern utama bagi para penggiat dan/atau pemangku jabatan Human Resources/Human Capital.

    Yang tidak kalah penting untuk kita ketahui adalah bahwa struktur dan skala upah antara lain dimaksudkan untuk:

    1. Mewujudkan upah yang berkeadilan;
    2. Mendorong peningkatan produktivitas di Perusahaan;
    3. Meningkatkan kesejahteraan Pekerja; dan
    4. Menjamin kepastian upah dan mengurangi kesenjangan antara upah terendah dan tertinggi.

     

    Di sisi lain, upah pekerja juga merupakan salah satu aspek krusial yang setiap tahun menjadi trending topic adanya UPAH SUNDULAN akibat adanya kenaikan upah minimum setiap tahun, sehingga untuk dapat mewujudkan upah yang berkeadilan, mendorong peningkatan produktivitas di Perusahaan, meningkatkan kesejahteraan Pekerja, menjamin kepastian upah, mengurangi kesenjangan antara upah terendah dan tertinggi, serta kelangsungan usaha, maka pengetahuan dan kemampuan dalam menyusun struktur dan skala upah secara tepat waktu, kompetitif, sustainable, menurunkan turn over rating dan kelangsungan usaha menjadi suatu keharusan bagi kita selaku penggiat dan/atau pemangku jabatan Human Resources/Human Capital.

    Dalam menyusun struktur dan skala upah, ada beberapa hal yang HARUS kita perhatikan antara lain adalah:

    1. Mengutamakan kelangsungan usaha yang akan berujung pada kesejahteraan pekerja dan keluarganya sebagai mahkluk sosial (bukan sebagai alat jasa dan/atau produksi perusahaan).
    2. Upah disesuaikan dengan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi serta hasil kinerja pekerja yang diberikan kepada perusahaan. Pekerja yang memiliki tugas yang cukup sulit atau beresiko tinggi sebaiknya diberi imbalan yang memadai. Golongan dan/atau jabatan yang sama, sangat mungkin tugas dan tanggungjawabnya berbeda dengan di perusahaan lain yang berbeda ukuran dan/atau jenis usaha perusahaan.
    3. Pekerja yang memiliki prestasi dan pencapaian kinerja yang berdampak baik bagi perusahaan, layak mendapat imbalan berupa upah yang lebih tinggi daripada pekerja yang memiliki prestasi dan pencapaian kinerja yang berdampak biasa saja bagi perusahaan.
    4. Pemberian imbalan khusus berupa insentif, bonus dan/atau kompensasi selain upah bagi pekerja atas pencapaian kinerja tertentu akan dapat memotivasi pekerja untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kinerja mereka di perusahaan yang akan berujung pada peningkatan kinerja perusahaan.
    5. Dalam hal komponen upah (HANYA) terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, maka besarnya upah pokok sedikit-dikitnya 75 % (tujuh puluh lima perseratus) dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap, sebagaimana diatur dalam pasal 94 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU 13/2003).
    6. Dalam hal komponen upah TIDAK ADA tunjanga tetap, maka upah pokok MINIMAL SAMA DENGAN upah minimum (UMP/UMK).

     

    Hal lain yang SEBAIKNYA kita PERTIMBANGKAN dalam menyusun struktur dan skala upah antara lain adalah:

    1. Level Top Manajemen (level Direksi) tidak perlu dimasukkan ke dalam struktur dan skala upah.
    2. Level di bawah Top Manajemen/Direksi yang pada umunya dilabel dengan General Manager, Manager, Assistant Manager, Superintendent, Supervisor, Clerk, Teknisi, Operator, Admin, pelaksana dan label jabatan yang secara golongan/grade/level BUKAN sebagai Top Manajemen/Direksi harus dibuatkan struktur dan skala upah.
    3. Melakukan survei dan benchmarking struktur dan skala upah, khususnya pada perusahaan yang ukuran dan jenis usahanya mirip atau bahkan sama. Namun, sangat disarankan untuk survei dan benchmarking struktur dan skala upah pada perusahaan yang tidak sama ukuran dan jenis usahanya, dikarenakan akan semakin memperkaya informasi skema Total Remuneration perusahaan lain.
    4. Menetapkan golongan/grade/level TERTINGGI yang BERHAK upah kerja lembur dan golongan/grade/level TERENDAH yang TIDAK BERHAK upah kerja lembur untuk menentukan incremental struktur dan skala upah sesuai dengan karakteristik jenis usaha yang beroperasi selama 24 jam atau tidak yang sangat erat kaitannya dengan waktu kerja, waktu istirahat dan upah kerja lembur yang diatur dalam pasal 77 dan pasal 78 UU 13/2003.

     

    Hal-hal tersebut di atas, menjadi sangat krusial untuk menjaga kelangsungan usaha sebagai prioritas pertama dan utama sekaligus menjaga internal equity, menjamin kepastian upah, mengurangi 
kesenjangan antara upah terendah dan tertinggi yang akan berujung pada upah yang berkeadilan.

    Untuk mempermudah dalam menyusun stuktur dan skala upah, kita dapat menggunakan komponen upah tetap yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap (jika ada) tanpa mengemas dengan istilah yang beragam dari perusahaan lain.

    Sangat disarankan mempelajari Kepmenakertrans No. KEP. 49/MEN/2004 Tentang Ketentuan Struktur Dan Skala Upah: http://goo.gl/GuDhi2 sebagai dasar awal menyusun Struktur Dan Skala Upah yang kompetitif.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

    Salam,

    Barkah

    (hc4us Community)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *