• Total Productive Maintenance (TPM)

    tpmpillarsOleh : Aris Setiyani, S.Si, MT

    (Research & Development, PT Sayap Mas Utama (Wings Group))

    Selamat Malam Kakak Semua,

    Malam hari ini kita akan berbagi tulisan tentang Total Productive Maintenance (TPM), tulisan ini merupakan tulisan Kak Icha (Aris Setiyani) beberapa saat sebelum beliau diwisuda dengan predikat Wisudawan Berprestasi di UMB. TPM sebagai salah satu sistem yang dibuat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas maka sekiranya perlu dipahami dan dilakukan oleh semua insan yang berkecimpung diperusahaan. Tanpa memperpanjang waktu langsung saja kita baca bersama2 tulisan beliau. Semoga bermanfaat.

    Selamat sore rekan-rekan yang tercinta

    Sore ini Alhamdulillah dapet kesempatan untuk menulis lagi disini, setelah beberapa hari kemarin disibukan dengan beberapa kegiatan. Hari ini kita bicara belajar tentang TPM yuk….berhubung saya juga sedang belajar apa itu TPM, maka lebih baik kita belajar bersama aja ya, nanti kalo rekan-rekan ada yg mau nambahin dipersilahkan 

    Baik, kita harus mengetauhi dulu apa yang dimaksud dengan maintenance. Yang saya tahu Maintenance itu adalah pemeliharaan, namun pada kenyataannya sangatlah berbeda antara perawatan dan pemeliharaan.

    Berikut definisi maintenance menurut beberapa sumber :
    1. Menurut Levitt (2003), Maintenance atau perawatan mesin dapat didefinisikan sebagai usaha untuk menjaga atau mempertahankan dalam kondisi yang awet .

    2. Menurut Blanchard et al. (1995), maintenance adalah semua kegiatan yang dibutuhkan untuk mempetahankan suatu sistem atau produk, atau memperbaiki sehingga dapat berada dalam suatu kondisi operasi yang diharapkan.

    3. Menurut Patton (1995), maintenance berarti semua kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menjaga peralatan agar tahan lama dalam kondisi yang baik dan untuk menghindari kegagalan.

    Nah sebenarnya beda -nya dimana antara pemeliharaan dan perawatan ?
    Saya mengutip dari Nakajima (1989) sebagai berikut :
    Perawatan adalah : memperbaiki alat yang yang sudah mengalami kerusakan sehingga alat tersebut
    bisa digunakan kembali.
    Pemeliharaan adalah : tindakan yang dilakukan untuk mencegak kerusakan seperti memberi pelumas, penggantian spare part yang sudah tidak layak dan lain-lain.

    Ketika kita bicara masalah pemeliharaan, maka kita juga harus tahu tentang apa saja jenis pemeliharaan tersebut. Beberapa jenis pemeliharaan yang saya baru saya pelajari adalah :
    1. Preventif maintenance
    2. Predictive maintenance
    3. Breakdown maintenance
    4. Corrective maintenance

    Nah, beda-nya apa dari jenis pemeliharaan diatas, yuk kita kupas satu persatu.
    1. Preventive maintenance
    adalah : proses pemeliharaan yang terjadwal dan terencana seperti : mengencangkan baut yang kendor, membersihkan kotoran yang menempel pada alat, melakukan pelumasan secara berkala, melakukan pengecekan terhadap indikator tekanan dan temperatur pada alat sehingga alat tersebut bisa bekerja pada kondisi yang normal.
    2. Predictive maintenance
    adalah : suatu tindakan pemeliharan berdasarkan prediksi yang data-nya diambil dan di evaluasi dari instalasi yang dipasang pada alat tersebut.
    3. Breakdown maintenance
    adalah : tindakan yang dilakukan pada saat alat rusak secara mendadak sehingga alat tidak dapat digunakan dan harus segera diperbaiki.
    4. Corrective maintenance
    adalah : pemeliharaan yang direncanakan yang berpedoman terhadap buku manual dari alat tersebut. Contoh-nya adalah : pemeriksaan, perbaikan dan penggantian terhadap setiap bagian-bagian alat yang tidak layak digunakan lagi, baik karena rusak maupun batas maksimum waktu operasi yang telah ditentukan.

    Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak perusahaan yang sudah menerapkan system pemeliharaan antara lain dengan :
    1. TPM (Total Productive Maintenance)
    2. RCM ( Reliability Centered Maintenance)

    Wah, kita harus bahas satu persatu nich ya, supaya bisa kupas tuntas dan mengetahui perbedaaan-nya. Karena hari ini kita sepakat untuk mengupas masalah TPM (Total Productive Maintenance) maka kita bahas dulu sistem perawatan yang satu ini ya

    Definisi dari TPM (Total Productive Maintenance) Menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :
    1. Menurut Nakajima (1989), TPM merupakan program pengembangan pemeliharaan dasar yang melibatkan seluruh SDM (Sumber daya manusia), sehingga jika di implementasikan akan meningkatkan kualitas, mengurangi biaya dan produktivitas, serta menekan adanya biaya . System pemeliharaan ini bisa dilakukan dengan membuat kelompok-kelompok kecil supaya bisa di realisasikan dengan baik.

    2. Menurut JIPM (1971), TPM adalah aktifitas pemeliharaan peralatan / mesin yang melibatkan seluruh karyawan untuk mendapatkan kehandalan dan kefektifitasan peralatan / mesin tersebut dari mulai perancangan sampai tidak dipakai lagi dengan tetap menjaga efisiensi dari peralatan / mesin tersebut.

    3. Menurut Seizo Ikuta and Seiichi Nakajima (1988), TPM adalah aspek pemeliharaan yang dilakukan terus menerus melibatkan faktor manusia dan biaya untuk optimalisasi perusahaan.

    4. Menurut Shirose ( 1992), TPM adalah pemeliharaan produktif yang dilakukan oleh seluruh organisasi, mendapatkan dukungan, dan kerja sama dari setiap orang, baik dari manajemen atas sampai ke bawahan, secara menyeluruh dan terpadu.

    Tujuan dari penerapan TPM (Total Productive Maintenance) sendiri antara lain :
    1. Menghilangkan cacat produk (zero defect).
    2. Menghilangkan gangguan mesin (zero mechanical breakdown).

    Dari tujuan tersebut tentu saja hasil akhirnya adalah peningkatan produktivitas.
    Manfaat penerapan TMP adalah untuk mengurangi “SIX BIG LOSSES” yang tujuan akhirnya adalah zero deffect dan zero breakdown.

    Apa saja yang termasuk dalam SIX BIG LOSSES ? Mari kita lihat satu persatu :
    1. Set-up and adjustment losses
    2. Idling and minor stoppage losses
    3. Breakdown losses (time losses dan quality losses)
    4. Reduced speed losses
    5. Quality defect and rework
    6. Start-up losses (Reduced equipment yield)

    Untuk six big losses nya nanti pada kesempatan lain akan kita bahas ya rekan-rekan, sementara kita sampai pada TPM (Total Productive maintenance ) dulu semoga menjadikan kita paham dan mengerti perlunya implementasi TPM dalam meningkatkan produktivitas di lini produksi.

    Sukses selalu produk-produk Indonesia yang berkualitas.

    Referensi :

    gambar : http://tpslean.com/tpmpillars.png

    Untuk tahu lebih banyak silahkan kunjungi : http://manufactureindonesia.com/wp/

    link asli artikel : http://manufactureindonesia.com/wp/index.php/2015/09/11/tpm-total-productive-maintenance/

    Post Tagged with ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *