leader

Oleh : Tizar Rahmawan

(Mahasiswa Pascasarjana Untag Surabaya)

Diakui atau tidak, tahun 2015 ini menjadi tahun yang suram untuk dunia usaha. dimana kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil dan ditambah posisi nilai rupiah terhadap nilai dolar sudah tembus angka 14.500 an. Kondisi ini tentunya membuat beban operasional perusahaan menjadi semakin berat ditambah lagi habis ini kita sudah bersiap dengan kenaikan UMK yang baru yang diprediksikan akan naik 10% – 20% dari nilai yang sekarang dan ini jarang sekali diimbangi oleh keinakan produktivitas karyawan. jadi seolah – olah banyak pengusaha yang berfikir untuk menutup usahanya atau memindahkan unit usahanya ke daerah yang lebih murah atau ke negara lain.

Seperti cerita teman saya kemaren sore yang merupakan pengusaha di Malang. usahanya yang sudah dirintisnya sekian lama harus berhadapan dengan kondisi yang seperti ini, apalagi usaha teman saya ini padat karya, yang tentunya sangat terpengaruh dengan kondisi yang sekarang ini. Teman saya ini sampai sudah membuat simulasi pengurangan karyawan sampai dengan simulasi jika usaha yang dia jalankan sekarang ini ditutup. kira – kira berapa besar uang yang harus dia bayarkan sebagai pesangon karyawan dan apakah aset yang dia miliki akan ikut atau tetap ditangan dia.

lain cerita dengan teman saya pemilik usaha di Sidoarjo, dari beberapa tahun kemaren saat krisis mulai dirasakan teman saya ini sudah melakukan beberapa perubahan dalam segi operational dan efisiensi dalam unit usahanya. Dan anehnya lagi saat terjadi kondisi yang sudah krisis ini teman saya malah membeli beberapa unit mesin baru untuk meningkatkan kuantitas produksinya. Meskipun kondisi sekarang ini berpengaruh pada usaha yang sedang ditekuni namun teman saya ini masih optimis dengan pemikirannya dan keyakinan yang dia miliki.

Kondisi krisis yang terjadi sekarang ini terjadi diha

dapan kita semua tentunya menjadi momok yang tidak menyenangkan bagi sebagian orang, namun sebagian orang yang lain menganggap ini sebagai peluang. Selain itu sebuah krisis akan membentuk sesuatu tatanan dalam kehidupan. Crisis yang sekarang ini berjalan merupakanan rentetan dari beberapa crisis dan evolusi yang berjalan dari tahun 2008 sampai sekarang dan mungkin akan berlangsung beberapa tahun lagi.

Selain itu setiap krisis atan memunculkan siapa yang jadi pemenang dan siapa yang menjadi pecundang. para pecundang akan lari tunggang langgan dan mencari cari alasan untuk membela diri. Sedangkan para pemenang akan menikmati masa kejayaan dan rasa manisnya kemenangan. Namun, sebelum mereka menikmati hal tersebut, mereka harus berdarah darah dalam menjalankan organisasi dan memikirkan solusi untuk keluar dari krisis dan menjadi pemenang. Para pemimpin dan tim organisasi inilah yang akan menentukan masa depan sebuah perusahaan.

Seperti kata Carles Darwin, yang akan bertahan dalam persaingan bukanlah yang paling kuat atau yang paling cerdas . Tapi yang paling adaptif  terhadap perubahan. Adaptif dan Perubahan sudah banyak didengung -dengungkan oleh banyak pemimpin. Namun, tidak banyak pemimpin yang mau berubah. Para pemimpin yang menjadi pemenang adalah pemimpin yang bisa beradaptasi dalam menyelesaikan masalah yang berbeda-beda.

So, Kemampuan dan respon seorang leader dalam men

ghadapi krisis ini akan sangat menentukan keberhasilan sebuah perusahaan keluar dari kondisi krisis sekarang ini dan menyelematkan hajat hidup sekian banyak karyawan dan keluarganya yang menggantungkan kehidupan mereka pada pekerjaannya. Semoga kita semua dapat keluar dari krisis yang terjadi sekarang ini. Aamiin.